[Review] Homestay Yogyakarta dibawah 150 Ribu

October 23, 2017

Selama saya mengumpulkan niat pergi ke Yogyakarta, saya sudah sempat searching-searching hostel/hostel murah di dekat kawasan Malioboro. Lagi-lagi saya menemukan hostel ini lewat aplikasi Traveloka. Dilihat dari review-nya, hostel ini memang punya "bintang" yang cukup bagus.

Wakeup Homestay. Letaknya persis di Jl. Sosrowijayan, selemparan kolor menuju Jalan Malioboro. Di sepanjang jalan, kamu juga bisa menemukan banyak makanan, bahkan sampai tempat spa yang reviewnya juga cukup bagus di Tripadvisor (ini akan saya bahas di postingan selanjutnya). Dari Wakeup Homestay, kamu cukup berjalan kaki selama 10 menit untuk sampai ke Jl. Malioboro.
Dari luar, Wakeup Homestay memang terkesan seperti bangunan baru (atau memang baru?). Begitu masuk, kamu akan disambut dengan Cafe Kopi unyu untuk bersantai atau sambil menunggu proses check-in selesai. Harga kopinya sendiri terbilang cukup mahal untuk ukuran Yogyakarta, sekitar 20-25K per gelasnya. Untuk yang suka foto-foto, bagian cafe a.k.a ruang resepsionis di lantai 1 Wakeup Homestay ini cocok juga untuk menambah koleksi foto Instagram kamu lho.
Lantai 1 Wakeup Homestay
Lantai 1 Wakeup Homestay
Lantai 1 Wakeup Homestay
Kebetulan saat itu saya hanya memesan kamar untuk satu malam (tapi akhirnya extend menjadi hampir 3 malam karena betah. Hehehe..). Kamar yang disediakan berupa bunk bed room, dimana kamu ditempatkan bersama dengan turis-turis atau backpacker dari negara lain. Tapi tenang saja, seluruh privasi kamu dijamin terjaga, karena setiap bunk bed dipisahkan dengan gorden blackout, jadi tidak akan bisa intip-intip atau menerawang dari luar.
Lorong Lantai 3
Mixed Dorm
Setiap tempat tidur ditutup gorden, privasi tetap terjaga
Saat itu saya memesan kamar bunk bed campuran (cowok-cewek dicampur), dan mendapatkan kamar di lantai 3. Wakeup Homestay juga menyediakan room khusus female, tapi sayang saat itu sedang penuh. But it's ok. Satu kamarnya sendiri berisi 10 bunk bed tingkat, lengkap dengan selimut bed cover putih ala-ala hotel mahal. Di sisi tempat tidur, kamu juga disiapkan satu loker besar untuk menyimpan koper atau backpack kamu. Sayangnya, kamu harus menyiapkan gembok sendiri, karena pihak Wakeup Homestay tidak menyediakan kunci loker. Selain itu, kamu juga akan diberikan satu set gantungan baju dan handuk bersih saat check-in di lantai 1.

Kamar mandi dan toilet di Wakeup Homestay berada di luar kamar. Namun, kamu tidak perlu merasa jijik karena selama saya menginap di Wakeup Homestay, kebersihan kamar mandi dan toilet selalu terjaga. Selalu ada tissue tersedia, dan saya selalu melihat kamar mandi tersebut rutin dibersihkan oleh staff Wakeup Homestay. Tak perlu takut kalau kamu menginap di bunk bed campuran, karena kamar mandi pria dan wanita pun dipisahkan. Tidak hanya itu, kubikel untuk mandi dan toilet pun juga dipisahkan. Untuk soal kebersihan, saya acungi dua jempol untuk Wakeup Homestay.

Dengan harga 150 ribu, kamu juga sudah disediakan breakfast berupa roti tawar dan berbagai pilihan selai. Selain itu, kamu juga dapat air minum, kopi, dan teh gratis selama kamu menginap. Seluruh makanan dan minuman ini bisa kamu ambil di lantai 4 Wakeup Homestay, yang merupakan rooftop dari hostel ini. Di rooftop juga disediakan ayunan, meja makan, tempat nongkrong, sampai tempat cuci piring juga ada. Kadang-kadang kamu bisa mendengar, atau bahkan melihat, pesawat melintas diatas Wakeup Homestay dari rooftop.


View dari rooftop Wakeup Homestay
Minusnya, persis di seberang Wakeup Homestay ada pub kecil bernama Lucifer, yang selalu live music hampir setiap malam. So, buat kamu yang harus tidur dalam keadaan hening, kamu harus berpikir ulang untuk menginap disini. Tapi overall, saya sangat menyukai Wakeup Homestay. Kalau nggak suka, mana mungkin saya extend sampai tiga hari.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe